Masih ingatkah Mas bro semua dengan ulasan motoisme mengenai kualitas produk di posting “pentingnya kualitas produk (1)“, sekarang kita akan melanjutkan ulasan yang sama yakni masih mengenai pentingnya kualitas produk.
Logika simpel masyarakat kita selama ini terkait kualitas sangatlah parsial alias terpecah. Selama ada komplain dari konsumen maka hal tersebut mengindikasikan kurangnya kualitas dari pabrikan. Namun sebenarnya, yang kita sebut kualitas suatu produk itu bagus atau tidak itu bisakah kita mengidentifikasikannya?
Nah Seorang Pria dari Amerika sana, Prof. Garvin melakukan penelitian untuk mengidentifikasikan masalah kualitas tersebut. Prof. Garvin adalah seseorang yang banyak melakukan riset di bidang manajemen umum dan strategi perubahan, sudah meraih Ph.D dari universitas ternama di AS, Massachusetts Institute of Technology (MIT) tahun 1979. Beliau berhasil mencetuskan Delapan Dimensi Kualitas Garvin. Apa itu? yuk kita bahas…
Delapan dimensi kualitas dari David Garvin adalah:
1. Performance
Disini menyangkut karakteristik operasi dasar. Nah jika produknya sepeda motor ya berati baik unit sepeda motor maupun komponen pendukungnya harus menunjukkan performanya secara fungsionalitas. Misal shockbreaker ya karakteristik dasarnya ya sebagai peredam dari shock alias sebagai damper. Mengingat sepeda motor itu komponennya banyak sekali, hal ini menjadi tatangan bagi pabrikan untuk memberikan jaminan kualitas wahid untuk produknya untuk mencapai kepuasan pelanggan.
2. Durability
Durabulity atau ketahanan atau yang lebih dikenal di masyarakat awam “keawetan” juga menjadi poin perhatian di dalam 8 dimensi kualitas menurut Garvin. Siapa sih yang tidak ingin sepeda motor nya awet? semua pastinya mau. Namun keawetan disini perlu diketahui bagi mas bro semua bahwa sesuatu yang dipakai pasti akan aus atau paling tidak mengalami disfungsi, apalagi hal ini sangat dipengaruhi oleh cara perawatan dan penggunaan . Untuk mencapai kepuasan pelanggan si produsen sepeda motor harus membuat desain dan pemilihan material yang mempu bertahan lama. Yang jadi masalah adalah di Negara luar sana, sepeda motor atau mobil yang berumur lebih dari 5 tahun berhenti beroperasi, sedangkan di Indonesia??? Nah disini perlunya buku servis yang diberikan ATPM itu gunanya adalah memonitor perawatan si owner terhadap motor “apakah dilakukan check up apa tidak”, dengan asumsi servis yang dilakukan di bengkel resmi sudah sesuai dengan SOP (standar operational procedure) sehingga kondisi tidak wajar akan ditemukan pada saat servis rutin.
3. Serviceability
Ini dia yang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini mengenai iklan yang memojokkan “si bebek” dan balasan untuk motor sport yang “sulit sparepartnya” itu tuh. Nah keumudahan untuk dilakukan servis atau serviceability jika terjadi kerusakan menjadi salah satu hal yang diperhatikan konsumen. Sub point disini adalah ketersedian part pengganti atau sparepart, kemudahan untuk menemui jaringan bengkel resmi dan pelayanan purna jual. Dimana Bengkel resmi akan dirasa lebih dipercaya oleh konsumen, apalagi jika produk berbau teknologi tinggi (hi tech) yang notabene konsumennya orang berduit.

iklan Pulsar memojokkan bebek yang jadi produk andalan konsumen indonesia namun dirinya keteter sparepart (pict: roda2blog.wordpress.com)
4. Aesthetics (estetik)
Tampilan, rasa, bunyi, bau, atau rasa menjadi bagian penting bagi konsumen. Disini selera konsumen di suatu daerah atau negara perlu segera dicium oleh pabrikan. Seperti kasus trend bebek mid end di Indonesia. Dimana komsumen Indonesia menyukai trend desain lampu tambahan di bagian sayap dan head lamp dobel visor yang sporty, model sayap yang benar-benar bebek. Seperti kasus Honda new Blade dan Jupiter Z. Pabrikan Honda membaca selera konsumen Indonesia yang menyukai desain senada dengan Jupiter Z dan kemudian melakukan redesign untuk produk bebeknya tersebut untuk merebut hati konsumen.
![]() |
![]() |
…..bersambung
artikel terkait :
1. Bloogger sebagai agen word of mouth communication; era baru marketing
2. Pentingnya Kualitas Produk (1)







dulu kayaknya pernah komen artikel ini,,kok gak ada ya
???hehehe
ini yang bab 2 nya mass bro…alias lanjutannya
yup kualitas adalah poin penilaian pertama,
se7… wah, memojokkan Minerva ini postingnya, xixixi
(kecuali untuk poin ke – 4)… nitip mas
http://dizmaz.wordpress.com/2011/09/01/ganti-velg-depan-si-revi-akhirnya-pilihanku-jatuh-pada-velg-tdr-u-shape/
sipppp,… dechhh
kulaitas ato kualitas ?
wadooh salah nulis mas bro….kamsia..
salam hanga mas bro motoisme
justmyimage
wah artikel smart ni..klo g di baca sma atpm indo ruuugggiii bgt.
Kenapa? Justmyimage
karena perusahaan/ATPM akan tau perusahaannya itu bagian dri mana..yg mememtingkan kualiatas super atau kuantltas aj yg mereka berikan bt konsumen indo dan jg promosi’y dah sesuai dgn kenyataan di lapangan..justmyimage
bro tolong bahas tentang kwalitas produk yamaha, gw butuh referensinya, thanks