Waspada wahai rider, Helm dapat mengakibatkan Tuli!

4 08 2011

Memang terasa mengejutkan setelah membaca judul “Helm dapat mengakibatkan Tuli!“, sejauh motoisme tahu dan mungkin mas bro semua ketahui bahwa helm adalah alat pelindung kepala kita dari benturan. Betul? betuuul! Tapi hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Bath and Bath Spa University, sebuah universitas di Inggris yang dijelaskan dalam Journal of Acoustical Society of America, mengungkapkan bahwa sumber terbesar dari kebisingan untuk pengendara sepeda motor adalah bukan suara dari mesin, tetapi dari aliran udara yang melewati helm pengendara. Kebisingan tersebut dapat meningkatkan resiko penurunan pendengara. Hiiii seremmm😦

helm tidak cukup melindungi rider! (pict: Dr Michael Carley - University of Bath)

Dalam penelitian tersebut, dituliskan bahwa ternyata tingkat kebisingannya bisa melebihi tingkat keselamatan (batas ambang dengar manusia), terutama pada saat kecepatan tinggi. Studi dengan judul “Aeroacoustic Sources of Motorcycle Helmet Noise” ini menggunakan helm sepeda motor di atas kepala manekin (boneka peraga), dengan beberapa mikrofon yang ditempatkan di berbagai tempat di sekitar helm dan dan di telinga boneka alias manekin itu. Kemudian manekin ditempatkan dalam terowongan angin menggunakan kipas untuk menciptakan angin dan situasi kebisingan, yah intinya disini para peneliti  mensimulasikan seperti kondisi yang dialami pengendara sepeda motor dengan menggunakan kelinci percobaan boneka. Intinya begitu lagh, selain itu mereka juga menyelidiki bagaimana sudut helm dan kecepatan angin mempengaruhi kebisingan tersebut.

bagian-bagian helm

Para peneliti menemukan bahwa area bawah helm (underneath) dan dekat chin bar (bagian pelindung dagu) merupakan sumber signifikan dari suara yang mencapai gendang telinga pengendara yang notabene sangat sensitif. Wah wah sepertinya kita perlu memakai earplug untuk mereduksi kebisingan.🙂

gunakan ear plug untuk meminimalisir🙂

Sore tadi Motoisme sempat mencoba memakai earplug seperti diatas untuk membuktikan, memang suara kendaraan menjadi terasa berkurang, tapi kok ya masih terdengar desisan suara angin ya..hum…berarti memang suara angin sulit diredam. Sepertinya motoisme harus mencari model earplug yang lain deh…

sumber : dealernews

Referensi Wikipedia :

Bunyi kereta lebih nyaring daripada bunyi bisikan, sebab bunyi kereta menghasilkan getaran lebih besar di udara. Kenyaringan bunyi juga bergantung pada jarak kita ke sumber bunyi. Kenyaringan diukur dalam satuan desibel (dB). Bunyi pesawat jet yang lepas landas mencapai sekitar 120 dB. Sedang bunyi desiran daun sekitar 33 dB.

Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.

Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.

Referensi Klikdokter :

Batas aman intensitas bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah di bawah 85 desibel. Suara dengan internsitas dibawah 75 desibel dapat tetap aman untuk didengar meskipun berlangsung untuk waktu yang lama. Sebagai perbandingan, percakapan normal memiliki intensitas 60 desibel, suara telefon 80 desibel, suara akibat yang ditimbulkan oleh kemacetan kota dapat mencapai 85 desibel.

Jika telinga terpapar oleh suara yang terlalu keras (lebih dari 85 desibel) dan didengar untuk waktu yang lama maka dapat menimbulkan kerusakan pada bagian sensitif di dalam telinga sehingga memicu suatu gangguan pendengaran yang dikenal dengan nama Noise-induced hearing loss (NIHL). Suara dengan intensitas 90 desibel (seperti suara peluit kereta api atau suara kumpulan truk) hanya aman untuk didengarkan selama 8 jam/hari. Semakin keras suara yang didengar maka semakin singkat waktu paparan yang diperbolehkan. Semakin tinggi intensitas suara yang didengar, semakin cepat suara-suara tersebut dapat memicu timbulnya gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran akibat NIHL ini bersifat permanen dan tidak dapat dikembalikan lagi seperti sedia kala.


Aksi

Information

5 responses

5 08 2011
R!4N

nanti kalau pakai ear plug pa ngak bhy bro,,, di klakson mobil nggak dengr??

5 08 2011
motoisme

klakson mah masih kedengeran mas broo….😀

6 08 2011
ipanase

earplug berapaan gan> beli dimana

6 08 2011
motoisme

di apotek juga ada mas bro!! paling2 5 ribuan😀

7 08 2011
gogo

gak repot make earplug, sblm make helm berdoa biar diberi kesehatan dan keselamatan..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: